Pages

Thursday, April 21, 2011

Terlahir dan Menjadi Sebuah Awal

Terlahir dan Menjadi Sebuah Awal - (edisi revisi)

Merasakan udara di bumi untuk pertama kali sekitar jam 10.50 WIB pada tanggal 18 Januari 1979 (Kamis Pon), hasil buah cinta dari seorang ibu bernama Bernadeta Sri Mulyani dan seorang bapak Alexander Sudaryanto. Dengan dibantu oleh bidan di kawasan Jalan Suryodiningratan, maka lahirlah seorang anak manusia berjenis kelamin laki-laki, kemudian pada hari ke 35 (selapan) disertai dengan panji panji dan ubo rampe maka bayi mungil tersebut dilegitimasikan dengan nama Nurcahyo Indra Yudha. Yaa… itulah saya. Bagi saya nama adalah sebuah doa, itulah doa-doa dari orang tua yang dimandatkan kepada diri pribadi saya.


Merujuk pada leluhur, maka sudah layak dan sepantasnya saya digolongkan pada suku Javanesse, ras Asian, berambut serta bermata hitam, berwarna kulit coklat atau banyak yang menyebut sawo mateng.


Sampai tulisan ini dibuat saya maseh mempunyai hak dan wewenang untuk menggunakan nama Nurcahyo Indra Yudha yang dibuktikan dengan Catatan Sipil Kotamadya Yogyakarta berupa Akte Kelahiran bernomor 37/K/1979 yang diterbitkan 26 Januari 1979 serta ditandatangani oleh pejabat dimasa itu. (nama pejabat dirahasiakan –red)


Dekade sekarang ini, saya cenderung menyingkatnya cukup Indra Yudha saja. Bukan bermaksud tidak hormat terhadap orang tua karena menyingkat doa mereka. Berikut alasannya: Pada beberapa kasus dalam mengisi suatu formulir nama saya terlalu panjang serta area yang disediakan tidak mencukupi, akibatnya mau tidak mau saya harus menyingkat nama saya. Alasan lain yaitu ketika teman dan/atau relasi dan/atau kolega yang berasal dari luar bumi pertiwi mereka kebingungan ketika melafalkan atau mengucapkan atau mengeja kata nurcahyo. Saya ingat betul ketika teman fotografer dari South Africa berusaha keras mengeja nama lengkap saya. Juga pada saat menjadi Employee of The Month nama saya dikumandangkan dengan susah payah oleh seorang Captain berasal dari Italy.



|| Akhirnya cukup Indra Yudha saja…… ||


No comments: