Pages

Saturday, April 30, 2011

Side Job

Tahap Sekolah Dasar – Part III - Side Job

Ada peristiwa sewaktu SD, yang masih teringat dibenak saya yaitu menjadi pembersih makam. Teman satu kelas yang bernama Albert Yudho ini sohib bagi saya, rumah kami berdekatan, sering main bareng. Meski demikian kami berdua juga pernah berantem. Kalau pas bulan Ruwah seusai jam sekolah kami sering mangkal di Makam Taji, ikutan bersih-bersih makam dan kami diberikan uang oleh para peziarah, yang makamnya kami bersihkan. Lumayan… pikir saya waktu itu, karena bisa untuk tambahan uang jajan. Pernah juga saya jadi kacung (ball boy - tukang ambilkan bola tenis) di lapangan SGO (Sekolah Guru Olah Raga) bersama teman-teman kampung untuk tambahan uang jajan.

[…]







Friday, April 29, 2011

Teknik Defend

Tahap Sekolah Dasar – Part II - Teknik Defend

Pas kelas berapa saya gak ingat, ikutan seni bela diri Kempo bersama sohib satu kelas bernama Albert Yudho. Di tempat latihan kami sering dikira kembar oleh para Simpe (Guru Latihan), karena nama panggilan kami nyaris sama hanya beda vocal dibagian belakang. Padahal bentuk tengkorak kami sebenarnya berlainan. Ikutan bergabung Kempo karena sewaktu upacara bendera 17 Agustus di lapangan Minggiran biasanya ada demo, seperti drum band, tari-tarian, Kempo dll. Akhirnya tertarik, ikutan Kempo, pikirnya saat itu, kalo ada apa-apa setidaknya saya bisa defend.

Lokasi latihan Kempo cukup jauh dari rumah yaitu di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Yogyakarta. Kalo berangkat latihan, kami berdua dianter bapak saya naik motor. Pulangnya kalo gak dijemput yaa naik bus kota. Pernah suatu ketika bapak gak bisa jemput, latihan sampai larut lebih dari jam 18.00 dan jalur bus yang ke arah rumah sudah habis (dulu bus operasionalnya cuma sampai jam 18.00), akhirnya dapat bus juga. Puh… lega rasanya setelah nunggu beberapa lama. Tetapi…. Bus itu sudah mau pulang, jadi kami diturunkan ditengah jalan. Jarak ke rumah masih jauh, yaa mau gak mau kami mesti jalan kaki. Maseh anak-anak SD, hari sudah gelap, dengan membawa tas berisi pakaian seragam kempo, dan ditambah lagi si Albert sohib saya itu bingung gak tau arah sama sekali ketika kami diturunkan oleh bus. Maklumlah bus biasanya kan muter-muter dulu. Wooii…. Gimana dong.? Tapi akhirnya saya masih inget jalan ke rumah dengan selamat. Sampai rumah ditanyain Bapak dan Ibu, pulang naik apa? Setelah saya cerita…. mereka kaget, kalo kami jalan kaki yang jaraknya maseh jauh dari rumah.

Yang masih saya ingat sewaktu ikutan Kempo, latihan biasanya di lapangan Kejati, tetapi kalo hujan atau lapangan dipakai untuk acara tertentu, kita latihan diruang sidang. Sebelum latihan, kami semua bareng-bareng menyingkirkan kursi dan meja, setelah latihan selesai kembalikan seperti semula. Siapa saja teman-teman Kempo dulu sudah tidak ingat lagi. Yang terekam ketika kita pemanasan seperti push up, squat jump, dll mesti pake bahasa Jepang. Ichi, ni, san, yon, go, roku, nana, hachi, kyū, jū. (Pokoknya gitulah kira-kira) Selain itu berhubung Kempo berasal dari negara Jepang, kita mesti menghafal jurus-jurus dengan bahasa Jepang juga. Ck…ck…. Urusan gini ampyuun deh, gak hafal-hafal.

[…]







Thursday, April 28, 2011

Sekilas Masa SD

Tahap Sekolah Dasar – Part I – Sekilas Masa SD

Setelah tamat dari TK, kemudian melanjutkan di Sekolah Dasar Kanisius Pugeran Yogyakarta, masuk pada tahun 1985 digembleng selama 6 tahun. Lokasinya SD berada di Jalan Suryodiningratan, cukup dekat dengan rumah hanya berjarak beberapa meter. Masuk di kelas A, karena di SD tersebut ada 2 kelas yaitu kelas A dan B, saya masuk di kelas A. Bu Gurunya bernama Bu Sus. Bisa membaca pertama kali pada kelas 1, itulah momentum saya untuk menyerap ilmu pengetahuan.

Seragam pada waktu SD untuk hari Senin dan Selasa atas putih dan bawah merah bertopi dan berdasi. Untuk hari Rabu dan Kamis atas biru muda, bawah biru tua dan untuk hari Jum’at dan Sabtu pakaian bebas.

Semasa saya SD rumah saya digunakan untuk kost-kostan cowok, mereka ada yang telah SMP, SMA dan kuliah. Kalo ada Pekerjaan Rumah (PR), selalu minta pertolongan sama anak-anak kost. Jika mereka sibuk atau capek PR dikerjakan oleh mereka, pokoknya saya terima jadi, beres urusan. Tapi, seringkali mereka tidak sibuk, jadi…. saya disuruh mengerjakan PR sendiri, baru nanti dicek sama anak-anak kost.

Dari segi ranking, belum pernah ranking pertama, soalnya sewaktu SD kelas I – kelas IV tidak ada rangking. Ha..ha..ha… Antara kelas V – VI, ranking biasanya ditengah-tengah paling banter ranking 10 besar dari 30 orang.

Sewaktu SD ikut ekskul (ekstra kurikuler) drum band, tukang pukul bass. Sering juga masa itu drum band-nya ikutan lomba, tapi gak inget pernah menang atau belum. Senengnya kalo drum band di arak ke jalanan, jadi tontonan banyak orang. Ada rasa bangganya juga seh... sayangnya foto-foto pas lagi in action tak cari gak ketemu.

Terus, jadi petugas upacara bagian baca doa, tiap hari senin, seragamnya khusus. Atas putih, bawah putih, pake kaos tangan serta peci. Hihi…hihi… jadi geli, kalo inget masa itu, soalnya kalo pas saya menunaikan tugas membaca doa, semua pada diem dan tenang, termasuk guru dan kepala sekolah.

Pada masa kelas IV (kalo gak salah) saya ikut pendidikan untuk menerima komuni pertama (First Communion). Selanjutnya saya dan beberapa teman menjadi putra altar atau misdinar di Paroki Gereja Hati Kudus Yesus, Pugeran. Jadi tambah temen, karena banyak misdinar dari sekolahan lain. Yaa itulah salah satu bentuk sederhana dalam bidang pelayanan kepada Sang Kausa Prima. Di Paroki kami, semua misdinar berjenis kelamin cowok. Kadang kalo misa sudah selesai, sembunyi-sembunyi minum anggur. Hm…. Ueenak rasanya, manis tapi gak bikin mabuk ataupun puyeng, soalnya cuman setengah sloki malah kadang gak sampai. Hahaha….. gak semua orang bisa minum anggur suci ini yang lain jangan iri yah. Hanya orang-orang terpilih yang bisa merasakannya.

Saya juga diberikan hadiah seorang adik laki-laki yang terlahir pada 27 Juni 1987. Adekku diberi nama Atreda Satria Wicaksi (http://hiduptreda.com)

Lulus dari SD Kanisius Pugeran tahun 1991 dikukuhkan dengan Surat Tanda Tamat Belajar dengan nomor 13.OA. oa 0000837 pada tanggal 13 Juni 1991.

[…]







Wednesday, April 27, 2011

Secuil Ingatan Masa TK

Secuil Ingatan Masa TK


Sewaktu TK, gurunya cewek semua. Yang paling berkesan bernama Bu Tris, karena rumahnya tidak jauh dari rumah saya dan masih satu lingkungan. Bu Tris ini, kenal baik dengan ibundaku…. Jadi dulu aku selalu mendapat pengawasan extra dari beliau.


Kala itu paling seneng kalo ada yang ulang tahun, kemudian dirayakan di kelas, pasti dapet aneka snack, permen etc yang dikemas di kotak yang warna-warni untuk dibawa pulang (ulang tahun seperti ini biasanya bagi temen yang orang tuanya mampu secara ekonomi).


Temen-temen sewaktu TK banyak yang terlupakan dari otak saya, kecuali yang kemudian satu SD (Sekolah Dasar). Setelah 2 tahun berlalu akhirnya Tamat juga dan dibuktikan dengan Surat Keterangan Tamat Belajar tertanggal 6 Juni 1985.


Oh… iya punya sepeda pertama kali dimasa TK, jenis sepeda BMX (cukup populer di masa itu) dibelikan oleh paman (pak dhe) yang ada di Jakarta. Karena maseh belajar naek sepeda, roda belakang ditambahi 2 roda tambahan. Belum dibolehkan naek sepeda di jalan, jadi yaa Cuma sepedaan di dalam rumah nabrak meja dan kursi adalah hal yang jamak waktu itu.




Tuesday, April 26, 2011

Masa Kanak Kanak Malaekat

Masa Kanak Kanak Malaekat - (edisi revisi)


Tidak banyak yang saya ingat mengenai masa Taman Kanak Kanak (TK). Yaa… harap maklum daya ingat saya terbatas, bukan berarti saya lupa ingatan.


Mengenyam pendidikan formal pertama kali di Taman Kanak Kanak Indriya Sana Pugeran. Tahun pertama biasanya disebut NOL Kecil dan tahun kedua disebut NOL Besar. Saya mengalami semuanya baik nol kecil maupun nol besar. Lokasi TK Indriya Sana Pugeran di Jalan Suryaden dan berada satu kawasan dengan Gereja Hati Kudus Yesus Pugeran. Letak TK tidak terlalu jauh dari rumah, jadi kalo berangkat dan pulang jalan kaki. Kalo berangkat sekolah diantar kalo gak ibu yaa bapak, kadang minta ditungguin.


Berdasar sisa-sisa ingatan pada masa itu, seragamnya untuk hari Senin dan Selasa berwarna putih dan merah. Untuk hari Rabu dan Kamis seragam berwarna putih dipadukan rompi warna biru dan topi biru. Sedangkan hari Jum’at dan Sabtu tidak bersergam tapi wajib berpakaian. Dilarang telanjang.


Kalo pas istirahat seneng kumpulin biji sawo kecik dan diadu kekuatannya dengan cara diinjak. Kadang minta bantuan Pak Bancak (in memoriam) dalam mencari biji sawo. Pak Bancak merupakan seorang pengurus kebun di gereja yang juga tinggal areal gereja. Perawakannya tinggi, mempunyai jenggot, badannya langsing tapi kekar dan berotot. Dia ini sebatang kara, isunya dahulu Pak Bancak merupakan exs tapol (Tahanan Politik) sewaktu rezim Orde Baru. Sewaktu saya bekerja di Kapal dikabari oleh Ibunda kalo Pak Bancak meninggal karena tabrakan.


|| Semoga Pak Bancak sudah tenang di alamnya, dibebaskan dari api pencuci, diampuni semua dosa dan kesalahannya serta segala amal baik Pak Bancak diterima oleh Sang Kausa Prima ||


Dulu…. Sewaktu saya masih kuliah saya sering ngobrol sama Pak Bancak, yang membuat saya terkagum karena pengetahuan dan pola pikirnya tidak kalah dengan seorang sarjana. Tiap pagi selalu baca Koran dan sangat tertarik pada bidang sains dan seni. Batu-batu di area Gereja, di respon oleh beliau menjadi patung wajah dengan beragam ukuran dan warna. Cukup banyak… hasil karyanya. Pernah suatu ketika saya lewat didepan kamar Pak Bancak, pintunya terbuka dan sepintas saya menyaksikan banyak sekali tumpukan buku, beraneka macam. Tapi saya tidak berani melangkah lebih jauh, takut mengganggu privasi-nya. Ruangannya jadi terkesan sempit karena banyaknya buku yang menjadi temannya. Tidak heran apabila ngobrol sama beliau, pasti nyambung, up to date dan yang jelas gak ngebosenin. Yaa… itulah sosok Pak Bancak, pasti banyak orang yang mengenalnya, mengenangnya, pribadi yang sederhana, ramah, low profile dan anti kemapanan.



[…]




Monday, April 25, 2011

Makna Sebuah Perang

Makna Sebuah Perang

Sebuah pengalaman yang pernah saya alami, ketika saya mengikuti tahapan wawancara kerja, saya disuruh oleh si interviewer untuk mengartikan nama saya kata demi kata. Saya pun menerangkan kalo kata Nur itu berarti sinar atau terang, Cahyo memiliki makna cahaya, Indra merupakan nama seorang Dewa, yaitu dewa Petir dan Yudha berarti perang. Kemudian si Interviewer memotong dan bertanya,: “Jadi jika anda bekerja pada perusahaan kami, anda akan menghadirkan sebuah perang?”.

Saya pun menjawab: “Pak… saya hadir untuk memerangi kebodohan.”

Pun singkat cerita saya diterima kerja pada perusahaan tersebut yang kenyataannya saya mampu menyingkirkan para rivals (jumlahnya ratusan orang).

Cerita wawancara tersebut hanyalah sebuah intermezzo. Pesan moral yang ingin saya sampaikan:

*) Segala sesuatu dapat disikapi dan dimaknai dari berbagai cara dan sudut pandang



NB:

*) Syarat dan kondisi berlaku


Sunday, April 24, 2011

Curriculum Vitae

CURRICULUM VITAE


Indra Yudha


Name:
Nurcahyo Indra Yudha

Address:
Jalan Suryodiningratan 59
RT 35, RW 10 Kecamatan Mantrijeron
Yogyakarta 55141
Indonesia

Home Phone:
+62 274 379 820

Cell Phone:
+61 811 250 9190

Place and Date Birth:
Yogyakarta, January 18th 1979

Sex:
Male

Marital Status:
Single

Hobbies:
Photography, Traveling, Design

Computer Skills:
MS Office, Photoshop, CorelDraw, Dreamweaver

Height :
175 cm

Weight:
72 kg

E-mail:
yudha@malaekat.com

Website:

http://malaekat.com

Religion:
Catholic



|| Education ||

1985 – 1991
Elementary School at Kanisius Pugeran, in Yogyakarta

1991 – 1994
Junior High School at SMP Negeri 2, in Yogyakarta

1994 – 1997
Senior High School at SMU Negeri 1 Kasihan, in Yogyakarta

1997 – 2004
Atma Jaya Yogyakarta University, in Yogyakarta. Economic Faculty majoring in Accounting.
Grade Point Average: 2,90

2000 – 2007
Indonesian Institute of The Art, in Yogyakarta. Recorded Media Arts Faculty majoring in Photography.
Grade Point Average: 3,31



|| Work Experiences ||

October 1998 – October 2000
Freelance Tour Leader at ASOKA tours service, Yogyakarta.

March 2002 – March 2003
Supervisor Internet Café at Kendil.net, PT. Surya Media Data, Yogyakarta.

May 2003 – November 2003
Freelance Photographer at Potrets Studio, Yogyakarta.

November 2003– November 2004
Kepala Cabang at Textntouch, Yogyakarta.

June 2005 – June 2006
Stringer Camera Person TransTV, Yogyakarta.

May 2006 – November 2006
Magang Pimpinan Perwakilan, at PT Intan Pariwara, Lombok – NTB.

January 2009 – June 2010
Photographer, at Carnival Cruise Line, Miami, United States of America



|| Exhibition Experiences of Photography ||

:: 2000

  • Pameran Perdana, Kampus Serba Guna ISI, Yogyakarta.

  • Sewon Terbuka, Kampus Serba Guna ISI, Yogyakarta.


:: 2001

  • Art Photography Exhibition Part II, Gallery Kita, Bandung.


:: 2002

  • Temu Karya Fotografi Mahasiswa Indonesia, Benteng Vredeburg, Yogyakarta.


:: 2003

  • Penetrasi, Photography and Audio Visual Exhibition, Tour de Yogyakarta.

  • Art Exhibition, National Museum, Jakarta.

  • Festival Kesenian Indonesia III, Balai Pemuda, Surabaya.


:: 2004

  • Festival Kesenian Yogyakarta (FKY XVI), Yogyakarta.


:: 2007

  • Final Exam, Kampus Serba Guna ISI, Yogyakarta.



Saturday, April 23, 2011

Tak Sengaja atau Telah Digariskan

Tak Sengaja atau Telah Digariskan

Hm…. Tulisan ini maseh seputar cukup Indra Yudha saja, karena memang website ini merupakan sebuah blog pribadi. Jadi materi yang terkandung di sini mengenai sepak terjang cukup Indra Yudha saja.

Baru saya sadari… ternyata oough…. ternyata dan tak sengaja saya menemukan adanya keterkaitan antara nama lengkap saya dengan tanggal lahir saya. Bayangkan…..

Saya lahir pada tanggal 18 Januari 1979 (18/01/1979) jika dijumlahkan angka angka tersebut merupakan unsur dari 9 (sebuah angka hoki atau keberuntungan karena merupakan angka tertinggi) menurut kalangan tertentu –red.

  • Tanggal lahir = 18 dijabarkan sbb: 1 + 8 = 9

  • Bulan lahir = 01 / Januari

  • Tahun lahir = 1979 dijabarkan sbb: 1 + 9 + 7 + 9 = 26

  • Selanjutnya tanggal, bulan dan tahun kelahiran dijumlahkan, hasilnya 9 + 1 + 26 = 36

  • Hasil penjumlahan 36 (3 + 6 = 9)


Kemudian jumlah huruf dari “Nurcahyo Indra Yudha” yaitu 18. (itung aja sendiri kalo gak percaya)

Wow…. dan ternyata angka 18 juga merupakan unsur dari 9 (1 + 8 = 9)

[…]

Angka 9 merupakan angka yang unik, karena susunan angka-angka kelipatan dari 9 jika dijumlahkan maka angka-angka tersebut tetap menghasilkan 9.

Contoh:

9, 18, 27, 36, 45, 54, 63, 72, 81, 90, 99, 108, 117, 126, 135, 144, 153, … (dst)

18 = 1 + 8 = 9

72 = 7 + 2 = 9

144 = 1 + 4 + 4 = 9

2637 = 2 + 6 + 3 + 7 = 18 = 1 + 8 = 9

58419 = 5 + 8 + 4 + 1 + 9 = 27 = 2 + 7 = 9



Contohnya cukup yah… ini bukan kelas matematika. Kita kembali ke awal keterkaitan antara nama Nurcahyo Indra Yudha dan tanggal lahir 18/01/1979. Yang saya kagumi, koq bisa bisanya orang tua saya melahirkan pada tanggal tersebut kemudian memberi nama Nurcahyo Indra Yudha, yang kedua variable tersebut (tanggal lahir dan nama) merupakan unsur dari angka 9. Menurut saya sebuah ke tak sengajaan yang indah.

Bayangkan…. Pada masa itu tahun 1979 dengan teknologi kedokteran yang masih minim rasanya tidak mungkin, orang tua saya mengincar tanggal 18/01/1979 sebagai hari jadi seorang Nurcahyo Indra Yudha. Di samping itu cerita dari orang tua, saya lahir premature… (belum genap selama 9 bulan 10 hari). Yaa.. mungkin saat itu saya sudah gerah dalam rahim seorang ibu.

Semoga perihal ini menjadikan diri saya hoki sepanjang hayat. Tepuk tangan bagi orang tua saya ah….. yang telah menyutradarai proses kelahiran dan penamaan bagi saya.



|| salute and proud of you mom and dad. ||


Friday, April 22, 2011

Doa Sakral

Sebuah Doa Sakral - (edisi revisi)

Nama adalah sebuah doa, lha terus doa apa yang tersurat dan tersirat pada nama Nurcahyo Indra Yudha..??? Pengen tahu… coba tanyakan pada pantat penari striptease yang bergoyang. Hehehe….

Usut punya usut dan sudah menjadi konvensi (peraturan tidak tertulis) nama seseorang biasanya diciptakan oleh orang tua kandungnya. Saya meyakinin bahwa pemilihan nama serta aksara seseorang mengandung doa yang sakral. Baiklah pada kesempatan ini saya mencoba mengurai doa yang terkandung dari rangkaian aksara Nurcahyo Indra Yudha.

Yang perlu diingat, saya bukanlah ahli doa, bukan pula seorang ahli bahasa. Saya hanya mencoba membaca doa dari orang tua saya, atas dasar kemampuan, pengetahuan serta daya pikir yang saya miliki.

Penjabarannya sebagai berikut:

Nurcahyo Indra Yudha, terdiri dari 3 kata dan 18 huruf, yaitu: Nurcahyo, Indra, Yudha. Kata pertama Nurcahyo sebenarnya terbentuk dari 2 buah kata yaitu: Nur dan Cahyo. Kata kedua dan ketiga (Indra Yudha) masing masing terdiri dari satu kata yang berdiri sendiri.

  • Nur secara etimologis berarti sinar/terang.

  • Cahyo mengandung makna cahaya.

  • Indra merupakan seorang Dewa Petir dalam sebuah kepercayaan agama tertentu.

  • Yudha mengandung makna perang.


Baiklah berdasar uraian di atas tentunya anda (secara subyektif) sudah mampu merangkai data-data yang tersedia untuk menjadi sebuah informasi yang bermakna. Tapi…. Tentunya itu cuman informasi, bukan doa yang sacral.

Begitu pula dengan subyektifitas yang melekat pada diri saya dalam mengartikan Nurcahyo Indra Yudha, yaitu:

“Seorang Dewa atau MALAEKAT yang bersinar terang serta bersenjatakan petir untuk memerangi kegelapan.”

Itulah pesan yang tertangkap di alam pikiran saya. Jujur…. secara pribadi saya belum pernah menanyakan langsung kepada orang tua perihal arti dari Nurcahyo Indra Yudha, karena saya sadar betul akan daya pikir, pengetahuan serta pengalaman yang saya miliki masih terkalahkan dengan doa doa yang tulus iklas dipanjatkan oleh orang tua kepada buah hatinya. Amien.



|| Saya tidak mampu membaca doa sakral tersebut. ||





Thursday, April 21, 2011

Terlahir dan Menjadi Sebuah Awal

Terlahir dan Menjadi Sebuah Awal - (edisi revisi)

Merasakan udara di bumi untuk pertama kali sekitar jam 10.50 WIB pada tanggal 18 Januari 1979 (Kamis Pon), hasil buah cinta dari seorang ibu bernama Bernadeta Sri Mulyani dan seorang bapak Alexander Sudaryanto. Dengan dibantu oleh bidan di kawasan Jalan Suryodiningratan, maka lahirlah seorang anak manusia berjenis kelamin laki-laki, kemudian pada hari ke 35 (selapan) disertai dengan panji panji dan ubo rampe maka bayi mungil tersebut dilegitimasikan dengan nama Nurcahyo Indra Yudha. Yaa… itulah saya. Bagi saya nama adalah sebuah doa, itulah doa-doa dari orang tua yang dimandatkan kepada diri pribadi saya.


Merujuk pada leluhur, maka sudah layak dan sepantasnya saya digolongkan pada suku Javanesse, ras Asian, berambut serta bermata hitam, berwarna kulit coklat atau banyak yang menyebut sawo mateng.


Sampai tulisan ini dibuat saya maseh mempunyai hak dan wewenang untuk menggunakan nama Nurcahyo Indra Yudha yang dibuktikan dengan Catatan Sipil Kotamadya Yogyakarta berupa Akte Kelahiran bernomor 37/K/1979 yang diterbitkan 26 Januari 1979 serta ditandatangani oleh pejabat dimasa itu. (nama pejabat dirahasiakan –red)


Dekade sekarang ini, saya cenderung menyingkatnya cukup Indra Yudha saja. Bukan bermaksud tidak hormat terhadap orang tua karena menyingkat doa mereka. Berikut alasannya: Pada beberapa kasus dalam mengisi suatu formulir nama saya terlalu panjang serta area yang disediakan tidak mencukupi, akibatnya mau tidak mau saya harus menyingkat nama saya. Alasan lain yaitu ketika teman dan/atau relasi dan/atau kolega yang berasal dari luar bumi pertiwi mereka kebingungan ketika melafalkan atau mengucapkan atau mengeja kata nurcahyo. Saya ingat betul ketika teman fotografer dari South Africa berusaha keras mengeja nama lengkap saya. Juga pada saat menjadi Employee of The Month nama saya dikumandangkan dengan susah payah oleh seorang Captain berasal dari Italy.



|| Akhirnya cukup Indra Yudha saja…… ||


Wednesday, April 20, 2011

Pemilihan Nama MALAEKAT

Sebuah cita-cita yang belum terwujud sampai sekarang yaitu menjadi malaekat. Itulah mimpi, itulah harapan. Mengapa sosok malaekat menjadi idola bagi diri saya? Hm... karena malaekat merupakan laskar surga yang penuh keajaiban, memiliki kekuatan sakral, dan mampu menerobos ke semua dimensi. Meski secara kasat mata belum pernah menyaksikan sosok 'malaekat' akan tetapi cerapan indrawi saya melukiskan bahwa malaekat itu: punya sayap, mewartakan kabar gembira, bikin betul jiwa yang luka, dikelilingi bidadari, dan bisa juga mencabut nyawa (seperti yang saya sebutkan pada about -red).


Bahagia rasanya apabila dikemudian hari saya mampu seperti itu. Sebuah khayalan yang tak masuk diakal, dan kemudian saya memutuskan menggunakan MALAEKAT sebagai nama website pribadi saya. Mengapa tidak malaikat saja? Hm.... karena bagi diri saya pelafalan terasa lebih nyaman MALAEKAT dibanding dengan malaikat. (ibarat ahli fonologi yang mahir tentang ilmu bunyi bahasa -red).



Karena itulah malaekat saya pilih ato malaekat yang telah memilih saya..???





Wednesday, April 13, 2011

Prologue

Akhirnya website http://malaekat.com telah mengudara, tercapai sudah keinginan saya untuk penetrasi ke alam maya, dunia on line. Tetapi ini bukanlah sebuah klimaks, ini hanyalah sebagai fore play terhadap ide-ide liar yang ada dibenak kepala. Media website inilah yang akan saya respon sebagai bentuk aktualisasi diri serta untuk media 'rekreasi'.



Menerima:
Segala bentuk kritik, caci maki, umpatan dan sumpah serapah dengan lapang dada serta tangan terbuka.



Syalam,

Indra Yudha