Pages

Sunday, May 08, 2011

Pengalaman Tertangkap Polisi

SMA Part III

Sebuah Pengalaman Tertangkap Polisi

Sekolah Menengah Umum tempat saya menuntut ilmu, pada masa itu bisa dibilang sekolah negeri yang Rock ‘n Roll. Sering kusaksian perkelahian antar siswa maupun tawuran. Setiap ada perlombaan olah raga seperti: basket, volley atau sepak bola, selalu ada acara gembar gembor motor dan berakhir ricuh. Yaa…. Mungkin itulah euphoria dari anak remaja. Pernah aku ketangkap polisi gara-gara mau nge-drop disekolahan tertentu. Berbondong-bondong para cowok naek motor berboncengan, siap tempur. Ada yang bawa batu, ada yang bawa kayu/bambu, ada juga yang bawa obeng. Sudah mau sampai disekolah sasaran, ternyata telah berjajar polisi. Duooorr…. Tembakan peringatan melayang diudara, semua pada tunggang langgang. Ada yang langsung balik kanan, ada yang pura-pura beli rokok di warung, ada juga yang tertangkap (termasuk saya hahaha). Kemudian ada temen yang sebenarnya gak tertangkap, akhirnya dia malah menghampiri kami, tak banyak basa-basi temenku itu ditangkap juga. Kami dibentak-bentak oleh polisi dan tentara koramil, akhirnya temen saya, mengeluarkan kartu nama bapaknya:”Pak jangan kasar-kasar dong, kalo mau urusan sama Papa saya aja.” Ternyata temen saya yang menangkapkan dirinya tersebut anak dari seorang Kapolda di salah satu wilayah Indonesia. Akhirnya semua di data, ada 13 orang yang tertangkap, ada pula yang anak Jaksa dan anak Polisi. Cihuuui…. Aparat yang menangkap kami, melunak juga. Sudah gak dibentak-bentak lagi, malah ditawarin rokok. Hahaha….. Padahal sebelumnya kami akan dilucuti pakaian dan disuruh lari keliling kecamatan sebagai hukuman. Alaaamak…..

Kami disuruh membuat surat pernyataan, yang intinya gak boleh tawuran lagi selanjutnya dengan pengawalan patroli polisi kami digiring menuju ke sekolahan. Banyak temen yang masih nongkrong disekolahan yang menunggu kami. Setelah ngobrol sana sini dan hari telah larut malam, kami pulang. Sampai rumah seperti biasa… gak cerita sama bapak-ibu lah untuk hal seperti ini. Mungkin…. Pepatah mengatakan, sepandai-pandainya membungkus yang busuk berbau juga. Hari penerimaan raport tiba, aku mengantar ibuku untuk mengambil raport, karena raport mesti diambil orang tua. Setelah antri, tiba saatnya ibuku maju kedepan dan kata guru wali kelas, raportku tidak ada, karena ditahan kepala sekolah. Ibuku langsung menyambar aku, “Kamu ada masalah apa, kok raport ditahan di Kepala Sekolah.” Aku menjawab: ”Hm… mungkin gara-gara tawuran kemarin, ketangkap polisi.” Ibuku panik, dan untuk menenangkan beliau kutunjukkan ruangan Kepala Sekolah. Di ruangan itu sudah ada beberapa orang tua murid. Setelah semuanya lengkap, para orang tua diberikan penjelasan oleh Kepala Sekolah mengenai kelakuan anak-anaknya yang akan melakukan tawuran. Dan disodorkan surat pernyataan dari kepolisian yang nama dan tanda tanganku tertera didalamnya.

[…]



No comments: