Tahap Sekolah Dasar – Part IV - Hasutan Duel
Albert Yudho sohib saya ini, ternyata mempunyai sifat provokator dan saya pernah sekali terhasut oleh omongannya. Suatu hari dia bilang: “Yudha, kamu ditantang sama si XXX, nanti pulang sekolah ditungguin di depan gerbang. Kamu berani gak?” (tentunya pake boso jowo ngoko). Saya jawab: “Berani saja, aku gak takut sama si XXX.”
Bel tanda akhir pelajaran berbunyi. Saya dan si Albert ini bergegas ke depan pintu gerbang sekolah nungguin si XXX, karena si XXX beda kelas dengan kami. Tak lama si XXX muncul, dan tanpa basa basi si Albert langsung pegangin sepeda si XXX, kemudian aku berduel ala anak SD tepat di depan pintu gerbang sekolah. Pukul sana pukul sini, tendang tak beraturan begitulah kira-kira. Tapi duel tersebut tidak berlangsung lama, karena kami diteriaki oleh ibu-ibu yang pada jemput sekolah dan katanya akan dilaporkan ke pak/bu Guru. Saya dan si Albert lari ambil langkah seribu, kami pun takut akan teriakan ibu-ibu tadi, kami gak berani langsung pulang ke rumah. Setelah sore, barulah kami pulang ke rumah masing-masing.
Setelah sekian lama, baru saya sadari ternyata si XXX nggak menantang saya. Itu hanyalah akal-akalan si Albert, sang provokator. Kalo si XXX benar menantang saya, mengapa tantangan tersebut mesti disampaikan kepada si Albert terlebih dahulu.? Ck..ck… dulu waktu SD, saya belum bisa berpikir liar. Hehehe… namanya juga masih anak bau kencur. Sekarang setelah semuanya pada gede, kalo ketemu sama si Albert bahas masalah berantem sama si XXX, jadi geli sendiri.
[…]
Sunday, May 01, 2011
Subscribe to:
Post Comments (RSS)
No comments:
Post a Comment